Tampilkan postingan dengan label Nasehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasehat. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Januari 2010

Anjing-Anjing Neraka

Sabda Rasulullah S.A.W kepada Mu'adz, "Wahai Mu'adz, apabila di dalam amal perbuatanmu itu ada kekurangan :
(1) Jagalah lisanmu supaya tidak terjatuh di dalam ghibah terhadap saudaramu/muslimin.
(2) Bacalah Al-Qur'an
(3) Tanggunglah dosamu sendiri untukmu dan jangan engkau tanggungkan dosamu kepada orang lain.
(4) Jangan engkau mensucikan dirimu dengan mencela orang lain.
(5) Jangan engkau tinggikan dirimu sendiri di atas mereka.
(6) Jangan engkau masukkan amal perbuatan dunia ke dalam amal perbuatan akhirat.
(7) Jangan engkau menyombongkan diri pada kedudukanmu supaya orang takut kepada perangaimu yang tidak baik.
(8) Jangan engkau membisikkan sesuatu sedang dekatmu ada orang lain.
(9) Jangan engkau merasa tinggi dan mulia daripada orang lain.
(10) Jangan engkau sakitkan hati orang dengan ucapan-ucapanmu.

Niscaya di akhirat nanti, kamu akan dirobek-robek oleh anjing neraka. Firman Allah S.W.T. yang bermaksud, "Demi (bintang-bintang) yang berpindah dari satu buruj kepada buruj yang lain."Sabda Rasulullah S.A.W., "Dia adalah anjing-anjing di dalam neraka yang akan merobek-robek daging orang (menyakiti hati) dengan lisannya, dan anjing itupun merobek serta menggigit tulangnya."

Kata Mu'adz, " Ya Rasulullah, siapakah yang dapat bertahan terhadap keadaan seperti itu, dan siapa yang dapat terselamat daripadanya?"
Sabda Rasulullah S.A.W., "Sesungguhnya hal itu mudah lagi ringan bagi orang yang telah dimudahkan serta diringankan oleh Allah S.W.T."

Jumat, 08 Januari 2010

Sayangi Suami Anda

Seorang suami juga butuh disayang dan diperhatikan, seperti halnya istri yang ingin disayang dan diperhatikan oleh suami pilihannya. Ingin membuat suami bahagia dan merasa beruntung telah menikahi kita ? Beberapa tips berikut ini layak kamu coba.

Sesekali suami waktu untuk sendiri. Selain pekerjaan dan keluarga, seorang pria membutuhkan waktu untuk dirinya sendiri. Katakan pada pasangan bahwa kamu mengerti akan hal itu. Namun, jangan sampai melupakan kewajiban rumah tangga. Kamu dapat membahasnya berdua tentang bagaimana dan seberapa sering dia dapat menggunakan waktunya untuk diri sendiri.

Dengarkanlah dia. Ada saatnya suami menuntut perhatian penuh dengan meminta kamu mendengarkan ceritanya. Mungkin tentang sesuatu yang bukan minat kamu seperti tentang tim sepak bola kesayangannya. Pandai-pandailah bersikap. Tak ada ruginya, kok, memberi perhatian atas apa yang diceritakannya.

Beri waktu untuk sosialisasi. Berkumpul bersama teman-teman bagi seorang pria sangatlah penting. Dia bebas bercerita apa saja dan memberinya semangat baru. Pengertian yang kamu berikan padanya ketika dia ingin pergi keluar bersama teman-temannya membuatnya merasakan kedekatan yang luar biasa tanpa tuntutan yang berlebihan.

Hadiahkan suami dengan perhatian kecil. Bagaimana jika kamu merapikan meja kerja suami yang sangat berantakan atau telah menyiapkan secangkir kopi yang masih hangat sepulangnya dari kantor? Pasti dia akan tersentuh. Perhatian-perhatian kecil sangat berarti bagi pasangan. Hal ini mengingatkannya pada kebutuhannya dan penemuan atas dirinya yang merupakan prioritas.

Berikan pujian. Rasa percaya diri pria dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang suami, baik kehebatannya di ranjang atau perilakunya sebagai ayah, patut diberi pujian sesering mungkin. Pastikan pujian itu tulus serta tidak berlebihan.

Percayalah padanya.
Jangan selalu mengatakan padanya untuk berhati-hati mengendarai mobil atau untuk segera menyelesaikan masalah yang dihadapinya dengan orangtuanya. Terlalu banyak nasihat akan membuatnya merasa tidak dipercaya dan hal ini dapat menjadi bumerang bagi kamu.

Bantu Wujudkan impiannya.
Misalnya, bila suami kamu tertarik dengan pengembangan pendidikan bagi anak kecil, dan suatu saat anda mendengar impiannya ingin membuat tempat belajar anak-anak di daerah tinggal kamu. Bantu dia untuk memikirkan kemungkinannya. Bila mungkin, bantu ia mewujudkan impiannya itu, atau bila tidak, carilah alternatif lain yang masih sesuai dengan impiannya itu. Mudah-mudahan keluarga kita selalu bahagia......

Rabu, 06 Januari 2010

Diam Itu Emas

Diam Itu Emas{Diam Aktif} K.H. Abdullah Gymnastiar Dalam upaya mendewasakan diri kita salah satu langkah awal yg harus kita pelajari adl bagaimana menjadi pribadi yg berkemampuan dalam menjaga juga memelihara lisan dengan baik dan benar. Sebagaimana yg disabdakan Rasulullah saw “Barangsiapa yg beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berkata benar atau diam.” hadits diriwayatkan oleh Bukhari.

1. Jenis-jenis Diam Sesungguh diam itu sangat bermacam-macam penyebab dan dampaknya. Ada yg dgn diam jadi emas tapi ada pula dgn diam malah menjadi masalah. Semua bergantung kepada niat cara situasi juga kondisi pada diri dan lingkungannya. Berikut ini bisa kita lihat jenis-jenis diam: a. Diam BodohYaitu diam krn memang tak tahu apa yg harus dikatakan. Hal ini bisa krn kekurangan ilmu pengetahuan dan ketidakmengertian atau kelemahan pemahaman dan alasan ketidakmampuan lainnya. Namun diam ini jauh lbh baik dan aman daripada memaksakan diri bicara sok tahu.

b. Diam MalasDiam jenis merupakan keburukan krn diam pada saat orang memerlukan perkataan dia enggan berbicara krn merasa sedang tak mood tak berselera atau malas.

c. Diam SombongIni pun termasuk diam negatif krn dia bersikap diam berdasarkan anggapan bahwa orang yg diajak bicara tak selevel dengannya.

d. Diam KhianatIni diam orang jahat krn dia diam utk mencelakakan orang lain. Diam pada saat dibutuhkan kesaksian yg menyelamatkan adl diam yg keji.

e. Diam MarahDiam seperti ini ada baik dan adapula buruk baik adl jah lebih terpelihara dari perkataan keji yg akan lbh memperkeruh suasana. Namun buruk adl dia berniat bukan utk mencari solusi tapi utk memperlihatkan kemurkaan sehingga boleh jadi diam ini juga menambah masalah.

f. Diam Utama {Diam Aktif}Yang dimaksud diam keutamaan adl bersikap diam hasil dari pemikiran dan perenungan niat yg membuahkan keyakinan bahwa engan bersikap menahan diri maka akan menjadi maslahat lbh besardibanding dgn berbicara.

2. Keutaam Diam Aktif a. Hemat MasalahDengan memilih diam aktif kita akan menghemat kata-kata yg berpeluang menimbulkan masalah.

b. Hemat dari DosaDengan diam aktif maka peluang tergelincir kata menjadi dosapun menipis terhindar dari kesalahan kata yg menimbulkan kemurkaan Allah.

c. Hati Selalu Terjaga dan TenangDengan diam aktif berarti hati akan terjaga dari riya ujub takabbur atau aneka penyakit hati lain yg akan mengeraskan dan mematikan hati kita.

d. Lebih BijakDengan diam aktif berarti kita menjadi pesdengar dan pemerhati yg baik diharapkan dalam menghadapi sesuatu persoalan pemahaman jauh lbh mendaam sehingga pengambilan keputusan pun jauh lbh bijak dan arif.

e. Hikmah Akan MunculYang tak kalah penting orang yg mampu menahan diri dgn diam aktif adl bercahaya qolbu memberikan ide dan gagasan yg cemerlang hikmah tuntunan dari Allah swtakan menyelimuti hati lisan serta sikap dan perilakunya.

f. Lebih BerwibawaTanpa disadari sikap dan penampilan orang yg diam aktif akan menimbulkan wibawa tersendiri. Orang akan menjadi lbh segan utk mempermainkan atau meremehkan.

Selain itu diam aktif merupakan upaya menahan diri dari beberapa hal seperti: Diam dari perkataan dusta Diamdari perkataan sia-sia Diam dari komentar spontan dan celetukan Diam dari kata yg berlebihan Diam dari keluh kesah Diam dari niat riya dan ujub Diam dari kata yg menyakiti Diam dari sok tahu dan sok pintar Mudah-mudahan kita menjadi terbiasa berkata benar atau diam. Semoga pula Allah ridha hingga akhir hayat nanti saat ajal menjemput lisan ini diperkenankan utk mengantar kepergian ruh kita dgn sebaik-baik perkataan yaitu kalimat tauhiid “laa ilaha illallah” puncak perkataan yg menghantarkan ke surga.

sumber : file chm bundel Tausyiah Manajemen Qolbu Aa Gym

Senin, 16 November 2009

Beratnya Mendidik Anak

Sebagai orang tua, saya sungguh senang melihat perkembangan anak saya. Ada satu hal yang membuat saya bangga. Saat adzan berkumandang, walau tidak di semua waktu sholat, kedua anak saya sudah terkondisi untuk menyegerakan bersiap-siap berangkat ke masjid guna sholat berjamaah di masjid.

Adem terasa hati ini. Duh senangnya. Coba, hati orang tua mana yang tidak bangga melihat hal ini? Alhamdulillah, usaha dan kerja keras saya selama ini untuk mendidik anak-anak mulai kelihatan hasilnya. Walaupun tidak seberapa dan tidak dijamin ini akan langgeng. Tapi setidaknya hal ini akan terus memacu diri saya untuk terus dan terus membimbing anak-anak agar senantiasa menjalani apa yang selama ini mereka kerjakan.

Contoh atau teladan adalah kunci utama. Saya ingat salah satu nasehat,” Jika anda mengingankan anak anda rajin sholat berjamaah di masjid, mulailah dari diri anda dulu. Jika anda inginkan anak anda menjadi sholeh, maka sholehkan dulu diri anda. ”

Nasehat yang lain, “Jika anda menginginkan anak-anak yang sholeh, maka ibarat tanaman, maka semaikanlah bibit yang kau punyai di tempat yang subur. Jangan asal nemu.” Maka carilah ibu bagi anak-anakmu ibu yang berkualitas baik dari sisi bibit, bobot dan bebetnya. Terkhusus adalah dalam Agamanya. Mudah-mudahan Engkau akan selamat.”

Mudah-mudahan tulisan ini bisa menjadi inspirasi para orang lain dan para pendidik di persada dunia untuk bisa lebih baik lagi dalam mendidik anak-anak mereka. Mohon do’a dari anda semua, agar saya bisa tetap istiqomah dalam mendidik anak.

Askinas.web.id